Tips & Trik : Berpergian Dengan KRL Commuterline Jabodetabek – Bagian 1


Updated : 13 Mei 2017

Halo semuanya! Selamat Tahun Baru 2015 ya..
Nah, sambil menikmati libur tahun baru di penghujung semester 5 ini, ada beberapa hal yang mungkin bisa saya bagikan untuk teman semua. Mungkin tidak seberapa, namun bisa bermanfaat untuk kamu yang sering berpergian dengan menggunakan KRL Commuterline Jabodetabek

Bagian 1 – Persiapan

Ketika kamu memiliki niat untuk menggunakan KRL, tentunya ada beberapa hal yang dapat kamu persiapkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan atau bahkan yang membuat rempong

  • Pastikan kamu bukan deadliner dalam mengejar kereta; mungkin kita kadang mager atau malas , pokoknya pasti kereta cepat lah jalannya. Tapi ternyata dalam situasi menaiki angkutan umum, apalagi di Indonesia, ketepatan waktu masih menjadi hambatan dalam transportasi publik kita loh.. Jadi usahakan kamu datang sebelum jadwal keberangkatan yang ada agar kamu tidak ketinggalan kereta.

Sebagai contoh ;

Saya berada di dekat Stasiun Cilebut, Bogor.
Jarak rumah dengan stasiun +1,5 km sehingga saya memiliki waktu +10 menit untuk mencapai stasiun,
ditambah dengan jam keberangkatan kereta yang ada menuju Universitas Indonesia (kampus saya 🙂 ) kereta membutuhkan waktu +30 menit untuk singgah di sana,

Sehingga apabila saya kuliah jam 08.00 WIB, maka paling lambat, saya harus berangkat dari rumah pukul 07.00 WIB dan tiba di stasiun pukul 07.10 WIB dan menaiki KRL Tujuan Tanah Abang-Jatinegara pada pukul 07.15 WIB sehingga saya akan tiba di Stasiun Universitas Indonesia pukul 07.45 WIB dan tidak terlambat mengikuti perkuliahan.

Mungkin terasa ribet,ruwet, rempong, tapi secara pribadi, saya menikmati hal ini karena membuat saya lebih menghargai waktu. Namun, ada beberapa solusi yang dapat saya tawarkan untuk mengatasi tertinggal KRL

  • Datang lebih awal
  • Apabila kamu tidak mengetahui jadwal KRL, kamu dapat menggunakan beberapa aplikasi ( Bagi Ponsel Android ) yang cukup berkualitas dalam menentukan waktu perjalanan kita seperti :
    • KRL Access : aplikasi Android ini merupakan keluaran resmi dari PT. KCJ dan dapat melihat posisi KRL terdekat dengan stasiun kita, walaupun interface nya kurang cantik, namun dapat diandalkan ( Aplikasi ini memerlukan koneksi data/ internet agar dapat berjalan sempurna )
      Link Unduh : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bhn.krl
    • Info KRL : aplikasi Android ini merupakan imitasi dari yang sebelumnya, dan dibuat oleh Hendra Saputra untuk menunjang perjalanan kita, dan di sisi lain “meledek” interface aplikasi INFOKRL yang resmi namun tidak sesuai dengan harapan pengguna. Aplikasi ini sangat bagus dan dapat diandalkan, namun semenjak Desember 2014, terdapat hambatan dalam “menyadap” informasi real-time position dari server PT.KCJ sehingga penggunaannya terbatas. Tapi saya sangat merekomendasikan aplikasi ini. Sangat Bagus loh..
      Link Unduh : https://play.google.com/store/apps/details?id=com.raia.infokrl
    • Kommutta : ini dia aplikasi Android yang serba ada, dan saya selalu menggunakannya untuk berbagai macam informasi, aplikasi ini tidak hanya memuat jadwal KRL saja, namun Rute Angkutan Umum seperti Angkot/ Bus yang ada di Jakarta dan sekitarnya, informasi Taksi hingga Transjakarta. Aplikasi ini sangat membantu saya,khususnya kalau dalam keadaan “tersasar”.
      Link Unduh : https://play.google.com/store/apps/details?id=net.mreunion.transroute

Sebenarnya ada banyak aplikasi KRL yang dapat digunakan untuk mengukur waktu perjalanan kita. Namun, di luar itu, saya tidak menyarankan karena jadwal yang tidak di update terus menerus dan interface yang kurang maksimal. Kita pun turut diminta meneliti peta perjalanan KRL agar tidak mudah tersasar.

hhhh
Peta KRL Commuterline per April 2017. Sumber : Situs Resmi PT.KCJ / http://www.krl.co.id

  1. Setelah kamu mengetahui jadwal dan segala macamnya, jangan lupakan satu hal yang paling penting : TIKET PERJALANAN

Pada pertengahan tahun 2013, PT.KCJ mengembangkan sistem E-Ticketing yang diharapkan mampu meminimalkan penumpang gelap dan pengawasan keuangan yang lebih profesional. Tahun 2017, pengguna pun mulai diajak beralih ke KMT Jenis Felica. Bagi teman-teman yang belum mengetahui tiket Commuterline ini, saya perkenalkan beberapa jenis yang dapat kamu gunakan untuk berpergian

  • Tiket Harian Berjaminan / THB : ini dia tiket yang paling murah dan diminati oleh para penumpang, khususnya kalangan menengah ke bawah, namun rempongnya bukan main. Tiketnya seperti ini :
THB Commuterline Terbaru – Sumber : Assets.Kompas.com
  • Nah, apabila teman-teman tidak suka yang mahal seperti Multi Trip, maka THB ini sangat membantu kalian. Adapun mekanisme nya seperti berikut :
    • Harga tiket ditentukan dari jarak ke stasiun tujuan ( 20 km pertama : Rp.3.000,- , kilometer berikutnya : Rp. 1.000,- *Tarif Oktober 2016 ) ditambah Jaminan sebesar Rp. 5.000,- ( dapat dikembalikan <7 Hari )
    • Pastikan Stasiun Tujuan kamu benar atau senilai dengan harga tiket yang kamu bayarkan untuk mencegah pinalti di Stasiun Tujuan sebesar Rp. 50.000,
    • Jangka waktu pengembalian tiket / re-charge tiket selama 7 hari, melebihi waktu tersebut, maka jaminan tiket akan hangus dan kartu akan disita oleh petugas.

Sebagai contoh :

Apabila saya memilih menggunakan THB untuk tujuan Stasiun Universitas Indonesia dari Stasiun Cilebut, maka saya harus membayar harga THB sejumlah Rp. 13.000,- , harga ini didapat dari : Jaminan Rp.10.000,- ditambah Kalkulasi Stasiun ( Cilebut – UI = 20 km, berarti Rp. 3.000,- + Rp. 00,-  = Rp. 3.000,- ) Saya dapat turun di Stasiun Pondok Cina – Universitas Indonesia – Universitas Pancasila karena harga yang sama, namun kurang dari atau melebihi kilometer stasiun tersebut maka saya akan dikenakan pinalti. Setelah tiba di stasiun tujuan, saya dapat langsung meminta pengembalian jaminan tiket sebesar Rp.10.000,- atau menunggu sebelum 7 hari apabila saya malas untuk mengantre di loket

  • Tiket Multi-Trip : ini primadona yang saya tunggu-tunggu, karena saya terinspirasi dari EzLink Card dari MRT Singapura, kehadiran Multi Trip sangat menyenangkan, karena pada prinsipnya, tiket ini tidak seperti harian berjaminan ala THB, namun seperti kartu debit, yang memiliki saldo dan batas waktu yang tidak ada. Kemunculannya setelah Tiket Harian Berjaminan diberlakukan.  Apabila kamu tertarik memiliki kartu ini, kamu dapat membelinya di loket bertanda khusus “Multi-Trip” dan membayar sejumlah Rp. 50.000,- (Harga Kartu Rp. 20.000,- dan Saldo Awal Rp. 30.000,-) dan kamu harus memperhatikan beberapa hal :
    • Tiket ini tidak memiliki jaminan, namun apabila kartu hilang, dapat membawa struk dan bukti identitas kamu ke Kantor KCJ di Stasiun Juanda untuk mendapatkan kartu baru dan pengisian saldo seperti terakhir diisi dengan membayarkan sejumlah biaya administrasi
    • Dapat diisi ulang kapan saja di loket bertanda khusus “Top Up Multi-Trip”, dengan nominal pengisian : Rp. 10.000,- hingga Rp. 500.000,- dengan saldo maksimal 1 juta , dan tentunya pastikan menerima struk pembayaran untuk mencegah kehilangan
    • Batas saldo perjalanan minimal Rp. 7.000,- apabila kurang dari nominal tersebut, maka pintu masuk tidak akan dapat digunakan dan kamu akan dikenakan pinalti sebesar Rp.50.000,- oleh petugas> Tidak seperti THB, kartu ini tidak dapat diuangkan kembali. Jadi pastikan ini teman sehidup-semati mu ya 🙂
Contoh Penggunaan Multi-Trip sebagai Tiket Elektronik KRL – Sumber : Assets.Kompas.com
  • Electronic Ticket Mitra KRL : Fitur ini baru diresmikan di penghujung 2014. Dengan sejarah adanya perjanjian kerjasama dengan beberapa bank pemerintah dan swasta, maka PT.KCJ memberikan keleluasaan kepada para penumpang yang memiliki kartu saldo elektronik seperti BCA ( Kartu Flazz ), BNI ( Tap-Cash BNI ), Mandiri (E-money dan sejenisnya), serta BRI ( Brizzi Card).  Adapun kamu dapat membeli kartu tersebut di stasiun-stasiun besar (Jakarta Kota, Tanah Abang, Manggarai, dsb), dan memperhatikan beberapa hal :
    • Tiket ini tidak hanya dapat digunakan untuk KRL saja, namun Transjakarta hingga belanja di Alfamart dsb.
    • Tiket ini dapat diaktivasi di loket KRL bertanda “Multi Trip” tanpa dikenakan biaya
    •  Pengisian saldo dapat dilakukan di ATM dan mesin bertanda khusus sesuai bank pembuat di stasiun terdekat
    • Batas saldor berlaku sama dengan Multi Trip yakni Rp. 13.000,- jadi pastikan kamu tidak kekurangan saldo
    • Tiket ini tidak berjaminan seperti THB dan bebas dipakai

Itulah ketiga tipe kartu yang dapat kamu gunakan untuk berpergian dengan kereta api/Commuterline Jabodetabek. Tapi ingat, seluruh tipe tiket KRL ini berpegang pada mekanisme penghitungan tarif progresif seperti yang saya jelaskan di bagian THB, dan jangan sampai tertinggal ataupun hilang ya 🙂


  1. Ketika kamu sudah berada di lokasi stasiun, tentunya kita tidak ingin mengalami keadaan yang tidak menyenangkan atau bahkan berujung pada kecelakaan, berikut beberapa tips dan trik yang bisa saya bagikan sesuai dengan pengalaman saya di Stasiun Cilebut dan stasiun lainnya :
    • Jaga Barang Bawaan : kita tahu bahwa stasiun merupakan area umum dan masih rawan dengan tindak kejahatan, maka dari itu, pastikan kamu menjaga barang bawaan dengan hati-hati. Adapun peraturan Commuterline, dimensi barang yang boleh masuk KRL berkisar 100x40x40 cm , dan tidak melanggar ketentuan seperti : tidak boleh merupakan barang yang berbau tajam (durian-ikan teri-jengkol dsb *hasil pengamatan langsung), mengancam keselamatan (peledak, bahan kimia mudah terbakar, gas beracun, bahan-bahan yang mengancam nyawa) hingga senjata tajam.
    • Ketahui Posisi Petugas Keamanan  : Ketahuilah posisi petugas keamanan di dekatmu, seumpama terjadi kondisi darurat, kamu dapat langsung menghampirinya
    • Mintalah Bantuan Apabila Diperlukan : Apabila kamu menghadapi situasi kejahatan maupun kehilangan barang, pastikan kamu segera melapor ke petugas keamanan terdekat, baik di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta. Mereka akan membantumu sebisanya dan selalu ramah dan baik dengan mereka, minimal dengan mengucapkan “Terimakasih, Mas/Mba. Selamat bertugas kembali!”

      Petugas Pengamanan Stasiun Jakarta Kota – Sumber : Assets.Kompas.com
Perilaku Berbahaya Penumpang KRL : Duduk di tepi peron yang membahayakan – Sumber : Blog Christian Susanto
  • Mohon bertobat karena rawan tersambar kereta. Pastikan ketika kamu hendak menaiki kereta atau sekedar berjalan di peron tidak melewati garis kuning ataupun garis aman yang terdapat di kanan/ kiri kamu.
Enter a captionGaris Kuning/Aman Peron Stasiun Juanda – Sumber : Blog Pribadi Hilma Mirdas
  • Tidak Terburu-buru Menaiki Kereta : Inilah saat di mana pencopet beraksi, jadi pastikan teman-teman santai saja dalam menaiki kereta, karena mereka menggunakan kesempatan ini untuk mencuri barang berharga kalian seperti ponsel hingga dompet. Pastikan pintu terbuka dan membiarkan penumpang yang turun terlebih dahulu, barulah kalian menaiki kereta tersebut
  • Jangan Memaksakan Diri : Di saat mepet waktu, terkadang kita memaksakan diri ketika bahkan kereta sudah penuh sesak. Pastikan teman-teman mengurangi perilaku ini karena selain tidak aman, dan berisiko karena sulit mengawasi barang bawaan.
  • Hargai Penumpang Lansia/Hamil/Difabel/Penyandang Disabilitas : Waktu boleh mepet, tapi wajib menghargai sesama penumpang, terlebih penumpang prioritas.

Itulah yang dapat saya bagikan dalam bagian pertama ini. Penasaran pastinya untuk menantikan sesi 2 : Perjalanan KRL
Apabila kamu memiliki pertanyaan, saran ataupun evaluasi (karena “kritik” terlalu pedas dan kurang membangun), silahkan mengunjungi halaman “Hubungi Saya”
Terimakasih telah membaca bagian pertama ini ya
Selamat mempersiapkan perjalanan KRL mu hari ini 🙂

Iklan