Ketika Mas Haji Nyasar Ke Sana


Hari ini hari yang cerah…
Begitu padat kereta yang ku naiki..
Berduyun-duyun mereka naik dan turun silih berganti..
Tanpa ku sadari ku telah tiba di stasiun ini..

Berbekal semangat dan sepatu (hampir) rusak, ku berlari sekencang mungkin..
Menaiki kereta berikutnya..
Menuju tempat yang tak ku ketahui..

Mari, lanjutkan perjalanan hidup ini..

Ketika petang menyapa di sisi kiri..
Ku duduk termenung menikmati perjalanan sempit di jalur ini..
Lalu, ku melihat sesosok muda diam di tepi jendela..
Wajahnya termenung, mencari-cari tujuan akhir kereta ini

Dengan polos, dia bertanya..
“Kereta ini hendak ke Pasar Senen?”
Tak ada yang menggubris tanyanya..
Makin lesu dia melihat, mengapa tak ada yang menjawab..

Ku sadari, dia tak mengerti kereta ini..
Waktunya semakin dekat, tak tega ku biarkan dia bersedih hati..
Ku dekati dia dan berkata..
“Ayo, kita turun di sini!”

Termanggu-manggu dia berjalan
Meniti setiap jengkal peron ini
Ku katakan padanya,
“Naiklah di jalur dua..dan bergantilah kereta di Gang Sentiong”

Dengan senyum dia berkata
“Saya baru pertama naik kereta..”
Ku balas sama seperti dia
“Lama-lama juga terbiasa..”

Berpisah ku dengannya..
Mengejar kereta ke kampus tercinta..
Bersyukur ku kepada-Nya
Kapan lagi ku menolong Mas Haji nyasar di sana…

Iklan